Selasa, 27 Agustus 2013

Scorpio Street Fighter

JAKARTA (JackBiker) — Karena model standar dirasa kurang gagah dan kurang macho, wajar kalau banyak biker mengubah sendiri si kuda besinya. Persetan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Walau terkadang tidak sedikit.

Nasib serupa dialami  bro Jufray. Salah satu member Black Motor 
Community di Jakarta Barat ini merasa Yamaha Scropio standar gak ada 
taring. Seliweran ke sana ke mari gak ada lagi yang perhatikan. Karena 
itu, Jufray merasa Scorpion lansiran 2006 kudu buru-buru didandani.
Modifikasi Yamaha Scorpio Jufray 2013 06 Yamaha Scorpio Street Fighter Lebih Gagah
Nah, singkat cerita motor 225cc itu dibawa ke bengkel “3 Putra.” Di sana Jufray bermaksud melakukan bedah “plastik” biar tampilan Scorpionya bergaya Street Fighter. “Gue pengen tampilan gahar dan macho, Jack!” kata Jufray. Widiiiiih….!!!
Modifikasi Yamaha Scorpio Jufray 2013 05 Yamaha Scorpio Street Fighter Lebih Gagah
“Kalau kata gue, tampilan street fighter lebih pas sama penampilan gue kalau lagi riding. Lagian, tampilan standar udah gak ada yang lihat, bro…,” ungkap Jufray.
Modifikasi Yamaha Scorpio Jufray 2013 04 Yamaha Scorpio Street Fighter Lebih Gagah
Katanya, proses modifikasi belangsung dua bulan. Biayanya gak kurang dari Rp 10 juta. Kelir hitam dipertahankan agar semakin keren. Nah, pipa tubular ditambah sebagai aksesoris untuk di bawah tanki. “Gimana, Jack?! Gahar, kan…???” tanya Jufray.
Modifikasi Yamaha Scorpio Jufray 2013 01 Yamaha Scorpio Street Fighter Lebih Gagah
Tak berhenti di situ, biar Scorpio makin berotor, Jufray mengganti velg dan ban yang lebih lebar. Pilihan itu rasanya tepat. Soalnya, waktu nangkring di ajang Black Modification Contest, Jufrey dapat juara satu atas Scorpio Steer Fighter yang dimodifikasinya itu. [Jack-RIC]

SPESIFIKASI:
Bodi: Custom
Velg depan/ belakang: Power 2,5’ – Power 3,5’
Ban depan/ belakang: Battlax 120/60-17 – Battlax 180/60-17
Headlamp: Yamaha Byson
Knalpot: Yamaha R9 
Stang: RC3 Fatbar
Spatbor depan/ belakang: CBR 250
Bengkel: 3 Putra Motor, Jalan Sumur Bor.

Modifikasi Lowriders Black

Tetap Keren dengan Balutan Lowriders

mio_bram_640


Bangga dan jadi pusat perhatian, itulah yang ada didalam benak bikers sebelum merestorasi kuda besi. Pun demikian dengan para pemilik motor matik. Belakangan tren modifikasi masih didominasi motor sport. Tapi khusus penggemar motor tanpa gigi, tunggangannya bisa disulap menjadi lebih keren dan paling tidak sudah tidak ‘biasa’ lagi. Hal ini di ungkapkan oleh Bram. Pemilik Yamaha Mio Sporty lansiran tahun 2009 ini memang ingin tampil ciamik, walau hanya menunggangi matik.   

Lelaki asal Sukabumi Jawa Barat ini memutar otak untuk menjadikan tunggangannya berbeda dari matik kebanyakan. Untuk konsep yang masih mendominasi seperti racing look atau Thailook, dirinya merasa kurang sreg. Akhirnya timbul ide untuk menjadikan motor berkekuatan 110cc ini berdesain lowrider. Sudah terlihat jadul memang konsepnya, namun Bram mengaku pecinta aliran yang satu ini. Dengan semangat yang dimiliki diikuti dengan persiapan bajet, dirinya mulai mencari bengkel referensi.

Adalah 3 Putra Motor yang beralamat di Jalan Sumur Bor Raya, Cengkareng Jakarta Barat yang menjadi incarannya. Kelar berdiskusi dengan mekanik, mahar sebesar 7 juta rupiah langsung berpindah tangan. Bram sendiri mengaku ingin konsep tersebut dari lama. Karena menurutnya, dengan balutan ban depan dan belakang yang besar, tunggangannya akan terlihat keren. Kelir hitam motornya tetap dipertahankan untuk menopang konsep awal. Dengan memakan waktu selama tiga bulan, lowrider impiannya sudah terwujud. Bram sendiri semakin percaya diri kala menggeber motornya dijalan raya.

“Puas dan bangga pastinya punya motor Mio dijadikan lowrider. Saya jadi makin percaya diri kala menungganginya. Bukan hanya untuk aktivitas, tapi juga saat kopdar bersama rekan. Karena merasa sreg dengan konsep ini, makanya akan terus saya pertahankan,” ujar member BMC Jakbar ini sumringah. Bram mengaku sejak merombak tunggangannya, dirinya serasa naik motor besar. Alhasil, rasa percaya dirinya ikutan terdongkrak karena menjadi pusat perhatian.

SPESIFIKASI:
Ban depan/ belakang: Custom 20’
Velg depan/ belakang: Custom 15’
Knalpot: Custom
Spion: Custom
Jok: Custom semi kulit
Stang: Custom Jepit
Mesin: Bore Up 215 cc
Bengkel: 3 Putra Motor, Jalan Sumur Bor Raya, Cengkareng Jakbar (021-933 97918)

Scorpio Streetfighter Macho

Yamaha Scorpio Bergaya Streetfighter Macho

modifikasi yamaha scorpio 1 460x306 Yamaha Scorpio Bergaya Streetfighter Macho
JAKARTA (DP) — Bro Jufray harus mengeluarkan dana tidak sedikit untuk menggagahkan Yamaha Scorpio keasayangnya.  Anggota Black Motor Community Jakarta Barat ini membawa Yamaha Scorpio berusia 7 tahun itu ke bengkel modifikasi 3 Putra.
“Saya suka dengan penampilan streetfighter, menurut saya itu lebih gahar dan lebih macho,” ungkap Jufray.
Proses pengerjaan belangsung selama dua bulan dengan menelan biaya sebesar 10 juta rupiah.
Kelir hitam dipertahankan agar tetap terlihat angker.
Kesan itu semakin kental dengan tambahan terali berkelir merah sebagai aksesori. Scorpio Jufray semakin jumawa dengan velg dan ban lebar.
Usai dikerjakan sang pemilik langsung memajang sepedamotornya di kontes modifikasi Black Modification Contest dan berhasil menyabet juara satu. Mantap….

SPESIFIKASI:
Bodi: Custom Velg depan/ belakang: Power 2,5’ – Power 3,5’ Ban depan/ belakang Battlax 120/60-17 – Battlax 180/60-17 Headlamp Yamaha Byson Knalpot: Yamaha R9 Setang RC3 Fatbar Fender depan/ belakang CBR 250


© 2013, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.

MODIFIKASI MINOR FIGHTER BLACK

Minor Fighter Black

modifikasi honda tiger 1 460x387 Pindah Haluan Modifikasi Karena Doyan Solo Riding
JAKARTA (DP) — Adit Endut perlu waktu cukup lama untuk meminang sepedamotor pujaan hatinya, Honda Tiger. Setelah berhasil memilikinya, dia tak perlu waktu lama untuk menyulap sportbike lansiran 2005 itu menjadi supermoto.

Namun, rupanya dia berubah pikiran. Memalui beberapa pertimbangan, akhirnya Andit memutar haluan dari konsep Supermoto menjadi Minor Fighter.

 Dia pun membawa Harimaunya ini ke bengkel Tiga Putra Motor untuk mengabulkan hasratnya itu.

Adit Endut merogoh kocek Rp 15 jutaan untuk memberikan sentuhan-sentuhan khusus. Namun, tangki bensin Tiger dipertahankan sebagai ciri khas.
“Gue suka sama konsep ini, karena gue lebih suka berkendara sendiri. Makanya gue pilih konsep Minor Fighter,“ jelasnya.

Pengubahan terlihat hanya pada bagian body belakang dengan memapas rangka belakang dan masih mempertahankan chasis Tiger. Swing arm diperpanjang sehingga harus mengubah suspensi menjadi monoshock. Sedangkan untuk shock depan menggunakan milik Yamaha Byson.
Setelah oke merapikan sektor kaki-kaki dan body, untuk mempertahankan kegarangan minor fighter, balutan cat hitam menjadi pilihan warna paling tepat. Aaahh.. maklum saja doi khan salah satu anggota Black Motor Community (BMC) Jakarta Barat. Biar agar tampil berkilau, tutup mesin dan swingarm dilapisi krom.
Nah, Kini saatnya si Macan Hitam ini beraksi…
 
Tangki: Costum Tiger Revo
Lampu depan: Jupiter MX
Shock depan: Yamaha Byson
Shock belakang: YYS
Swingarm: Custom
Knalpot: Custom
Disc brake: Custom
Roda depan: V-Rossy
Roda belakang: V-Rossy
Ban depan: Dunlop Sportmax GP 120/70
Ban belakang: Dunlop Sportmax GP 180/60
© 2013, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.

Kamis, 20 Desember 2012

Profil Para kaum Minor Fighter Djakarta

Perbedaan merek dua pabrikan motor, bukan menjadi halangan untuk menyamakan aliran modifikasi. Adalah Fery Mauludin pembesut Honda Mega Pro dan Irfan Bondus yang punya Yamaha Scorpio Z membangun motor jadi keluarga Minor Fighter. Acuan modifikasinya sudah tentu street fighter.
Fery Mauludin

Untuk meredam getaran akibat jalan raya Indonesia yang kurang bersahabat, keduanya kompak aplikasi sok model upside down di haluan depan. Namun untuk pemilihan merek, mereka ogah sama. Sedangkan di Mega Pro Fery sedikit selingkuh dengan pabrikan lain, adopsi Suzuki GSX-R 400.untuk up side down

“Pemasangan kedua sok upside down ini, tinggal penyesuaian di bagian as komstir.


Ifan Bondus
  Scorpio Irfan, mengusung copotan satu atap alias sepabrik, doi pakai sok Yamaha R1.  Pemasangan kedua sok upside down ini, tinggal penyesuaian di bagian as komstir. Seperti di motor Scorpio, as komstir kepunyaan Yamaha R1 harus dikecilkan dulu agar bisa dipasang di lubang komstir Scorpio,” lalu sedikit ditambahkan oil coller untuk  pendinginan mesin jelas Anas Choerudin yang biasa dipanggil Udin sang modifikator
.FULL FRAME DAN 50% CUSTOM
Yang dimaksud full frame custom yaitu semua frame atau sasis motor dibuat ulang. Untuk modifikasi full frame custom dilakukan di Scorpio biru buntung.

Dari 50% frame custom yaitu sasis original yang diambil hanya centerbone saja. Sedangkan backbone dipotong dan digantikan dengan rangka baru yang juga berbahan seamless. “Ukuran diameter pipa seamless yang digunakan antara 1, 1,5 dan ¾ inci.


“Ubahan ini bukan karena beda pendapat. Tapi, karena keadaan rangka Scorpio, ketika mengalami penggantian mono arm, rantai mentok ke sasis dudukan arm. Jalan satu-satunya rangka harus dibuat ulang,” kata Udin.

Sedangkan di Mega Pro masih aman ketika menggunakan arm lebar. Karena tipe sasis yang mono tube. Bayangkan gir depan saja tergeser hingga 6 cm dari standarnya. “Tapi karena inilah full frame custom jadi sebuah virus yang merambah di MF Simpul Jakarta,” seru Udin.

ENGAN AYUN OGAH SAMA
Modifikasi aliran boleh sama, namun selera keduanya jangan sampe disamakan. Nanti malah jadi motor kembaran, kan malah monoton. Buat memperkuat aura street fighter, harus mengalami banyak ubahan. Seperti penggantian swing arm. Biar membumi, Fery lebih memilih lengan ayun seperti kabanyakan yang masih double arm, aplikasi dari Honda CBR 1100 XX. Dipadukan pelek lebar Kawasaki ZX-7R dan ban gembot kepunyaan Michelin.

Sedangkan Irfan adopsi mono arm kepunyaan motor asal Inggris yang berngaran Triumph Daytona, satu set dengan pelek belakang. Tapi, pelek depan doi malah aplikasi kepunyaan Yamaha R1. “Biar lebih keren dibanding yang lain, dan bikin virus baru di kalangan keluarga Minor Fighter,” seru Irfan yang bukan Irfan Bachdim.

“Penyesuaian sudah pasti dibagian dudukan lengan ayun, semua swing arm disesuaikan ke rangka saja. Karena ukuran swing arm yang lebar otomatis, gir belakang harus ngikutin dan solusinya 6 gir ditumpuk lantas dilas agar garis pertemuan gir depan belakang bisa center,” seru Udin yang bukan Udin Petot. He..he...
Buat mempertegas Keluarga Minor Fighter, Irfan sedikit ngasih tanda di jok yang dibikin buntung dengan patch bertulisan “MINOR FIGHTER-WILD RADICAL RESPECT”. Irfan juga tak lupa untuk memasang stoplamp bernuansa LED. Wih kompak tuh he he. (motorplus-online.com)